05 Mei 2014

Posted by Lorong Teater Subang On 10:48
April 29, 2014


Lorong Teater Kabupaten Subang kembali mempersembahkan pertunjukan memukau melalui drama berjudul “Hak Peto” pada Festival Drama Basa Sunda (FDBS) XIII yang digelar di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung 25 April 2014 yang lalu. Ini adalah drama kedua yang diikutsertakan Lorong teater dalam FDBS tahun ini, setelah sebelumnya Lorong teater juga mengikutsertakan drama berjudul “Di Hiji Tempat Anu Biasa” yang dipentaskan beberapa waktu sebelumnya.
Pada pementasan kemarin, para aktor Lorong teater berhasil “menghidupkan” naskah drama “Hak Peto” karya Bode Riswandi. Tokoh Ucup Maulana Gorbacep yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam drama kali ini diperankan apik oleh aktor Lorong teater. Ungkapan-ungkapan dan tindakan tokoh Ucup, seorang gila yang “cerdas” merupakan satire bagi pribadi maupun masyarakat pada umumnya.



Drama berdurasi sekitar 1 jam 20 menit ini menceritakan sebuah kelompok teater yang dramanya terancam gagal karena harus menyelesaikan dahulu “drama” yang lain yaitu dilarang bermainnya salah satu aktornya oleh istrinya. Drama di dalam drama ini menjadi satire bagi siapapun yang menyaksikannya melalui peran para aktornya.
Lorong teater Kabupaten Subang merupakan juara bertahan pada event FDBS yang merupakan festival drama paling bergengsi di Jawa Barat saat ini. Teater ini berdiri sejak 14 Februari 1992 di SMA Negeri 1 Subang.



Posted by Lorong Teater Subang On 10:17

April 14, 2014


Pembukaan Acara Festival Drama Basa Sunda XIII di Bandung
Pembukaan Acara Festival Drama Basa Sunda XIII di Bandung
Festival Drama Basa Sunda (FDBS) XIII resmi dibuka di gedung kesenian Rumentang Siang, Bandung, Senin 14 April 2014. Acara yang diselenggerakan oleh Teater Sunda Kiwari ini akan digelar hingga 3 Mei mendatang dengan diikuti sebanyak 61 kelompok teater yang berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat dan satu kelompok teater dari Kalimantan Timur.
Acara pembukaan di awali dengan penyerahan piala bergilir dari teater Lorong, Kabupaten Subang  sebagai juara festival sebelumnya kepada panitia penyelenggara. Selanjutnya ketua panitia, wakil ketua DPRD Jawa Barat, Kadis Pariwisata Kota Bandung dan Kadis Pariwisata Jawa Barat  bergantian memberi sambutan.
Kadisbudpar Propinsi JAwa BArat Membuka acara Festival Drama Basa Sunda XIII di Bandung, 14 April 2014
Kadisbudpar Propinsi Jawa Barat Membuka acara Festival Drama Basa Sunda XIII di Bandung, 14 April 2014
Dalam sambutannya sebagai ketua penyelenggara R. Dadi P. Danusubrata menyatakan, ke depan festival ini akan lebih dikembangkan dengan merangkul daerah kota/kabupaten di Jawa Barat yang tidak berbahasa sunda seperti wilayah sekitar Cirebon yang berbahasa jawa dan sekitar Bekasi yang berbahasa betawi. Sementara itu Kadis Pariwisata kota Bandung dan Kadis Pariwisata Jawa Barat menyatakan dukungannya dengan digelarnya acara tersebut.
Sebagai juara festival sebelumnya, teater Lorong kabupaten Subang mendapat giliran tampil pertama hari ini. Kali ini teater Lorong membawakan kisah dengan judul ”Di Hiji Tempat Nu Biasa” karya Nazaruddin Azhar. Sebagai penampil pertama, Teater Lorong berhasil mempersembahkan pertunjukkan yang memukau.
teater lorong subang FDBS
Teater Lorong Subang Jadi pembuka Gelaran Festival Drama Basa Sunda XIII di gedung Rumentangsiang, Bandung (14/04/2013)

14 Februari 2014

Posted by Lorong Teater Subang On 13:59


Selamat Ulang Tahun Lorong Teater


Semoga dalam menapaki setiap tangga proses yang dilalui tetap ada dalam Lindungan-Nya



04 Juli 2013

Posted by Lorong Teater Subang On 14:46

PROMO MOPD  2013



30 Mei 2013

Posted by Unknown On 22:34
By: Noni APP

Drama simbolis sekarang mulai merebak di ranah per-teater-an. Drama simbolis sendiri adalah drama yang menggunakan lambang-lambang, artinya pelukisan lakon tidak langsung ke sasaran. Kejadian yang dilukiskan dipergunakan untuk melambangkan kejadian lain. Namun pelaku tertentu digunakan untuk melambangkan tokoh lain dalam masyarakat. Drama simbolis ini sulit dipahami karena banyak menghadirkan simbol-simbol yang harus dicerna dan diapresiasi secara matang. Isi drama ini menyatakan sesuatu yang sangat penting dan rahasia dengan tujuan agar tidak semua orang memahami maksudnya.

Bebasari karya Rustam Effendy merupakan contoh drama simbolis. Tokoh-tokohnya ada yang dipergunakan penulis untuk melambangkan penjajah Angkara Murka (Rahwana) dan ada yang digunakan penulis untuk melambangkan bangsa Indonesia yang dicengkeram penjajah tetapi ingin bebas (Bebasari).
Drama-drama pada zaman penjajahan Jepang dapat diklasifikasikan ke dalam bentuk drama simbolis. Penulis tidak secara terus terang mengumpat dan mengolok-olok atau menghina pemerintah Jepang pada saat itu. Hal ini disebabkan semata-mata oleh alasan politis atau keselamatan diri sendiri. Catatan penting mengenai bentuk drama ini adalah hampir seluruh naskah drama tersaji dalam bentuknya yang simbolis, tidak ada yang terang-terangan atau blak-blakan.

Perlu diketahui, drama simbolis, sangat berbeda jauh dengan drama Surealis. Mungkin untuk sebagian orang yang paham mengenai teater akan mudah untuk membedakan kedua aliran drama tersebut tapi, bagi orang yang belum mengerti, aliran-aliran tersebut akan sulit dibedakan. Drama surealis adalah drama yang menuntun sutradara menghasilkan hal – hal ganjil yang tak masuk akal, kenyataan dibolak – balik semau penulis untuk kepentingan penguatan pesan yang ingin disampaikan. Surealisme juga merupakan reaksi dan perlawanan terhadap rasionalisme yang berpegang pada kebebasan berpikir dan ekspresi atas realisasi dalam mimpi yang dihadirkan tanpa kontrol kesadaran. Surealisme ini menampilkan ketidaksingkronan cerita yang menimbulkan kesan kacau dan membingungkan. Sebagai contoh, tikus = koruptor (simbolis), Rumah miring, Dufan (Surealis).

Drama simbolis akan sangat sulit dicerna oleh masyarakat awam. Tetapi, drama ini sangat memiliki kreativitas dan imaji yang sangat tinggi. Tidak semua orang bisa bergelut pada aliran simbolis. Diantaranya membandingkan hal yang nyata dengan hal yang lain.


Surealis

Simbolis



Referensi:
http://ee-nokmoetz86.blogspot.com/2009/03/drama.html
http://www.kawandnews.com/2011/10/istilah-istilah-yang-berkaitan-dengan.html